Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg Dikeluhkan warga, Desak Buka Rantai Distribusi

banner 468x60

CorongInformasinews,MAKASSAR — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) semakin dikeluhkan masyarakat. Antrean panjang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), bahkan warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Dalam kondisi tertentu, sejumlah warga bahkan disebut rela menginap dan tidur di atas kendaraan demi mendapatkan BBM. Situasi serupa juga dikeluhkan masyarakat terkait sulitnya memperoleh gas LPG tabung 3 kilogram.

banner 336x280

Kondisi tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat. Salah satunya mengenai aktivitas kendaraan tangki yang tetap mengangkut BBM dalam jumlah besar ketika masyarakat justru harus menghadapi antrean panjang.

Pertanyaannya sederhana: ketika masyarakat harus mengular mencari BBM, dari mana BBM yang dibawa mobil-mobil tangki tersebut diperoleh dan ke mana distribusinya?” ujar seorang warga.

Menurut warga, persoalan tersebut perlu dijawab secara terbuka oleh pihak yang memiliki kewenangan, terutama BPH Migas dan Pertamina, serta aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Pemeriksaan, kata warga, semestinya tidak berhenti pada kendaraan yang mengangkut BBM. Seluruh rantai distribusi perlu ditelusuri, mulai dari asal BBM, dokumen pembelian, volume muatan, jenis BBM, lokasi pengisian, hingga pihak yang menerima atau menggunakan BBM tersebut.

“Kalau seluruhnya legal, silakan dibuktikan secara terbuka dengan dokumen. Tetapi kalau ada penyimpangan, jangan sampai masyarakat yang kesulitan justru menjadi pihak yang paling dirugikan,” katanya.

Warga juga mempertanyakan bagaimana kendaraan tertentu tetap dapat bergerak membawa BBM dalam jumlah besar ketika masyarakat harus mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar.

Jangkar meminta instansi berwenang segera memastikan status BBM yang diangkut kendaraan-kendaraan tersebut, apakah merupakan BBM bersubsidi atau nonsubsidi.

Selain itu, pengantre yang lain meminta dilakukan penelusuran mengenai sumber BBM, pemasok, pembeli, dokumen transaksi, volume yang diangkut, serta tujuan akhir distribusi, salah satu penyebab langkanya BBM dimakassar, “ungkapnya.

“Jangan sampai rakyat disuruh mengantre, sementara BBM justru diduga bergerak melalui jalur yang tidak jelas asal-usul dan peruntukannya,” tegas warga yang ikut dalam antrean panjang itu.

Warga juga meminta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi atau pelanggaran terhadap ketentuan distribusi BBM.

Namun, seluruh dugaan tersebut dinilai harus dibuktikan melalui data, dokumen, dan pemeriksaan resmi. Tidak boleh hanya berdasarkan asumsi maupun informasi yang belum terverifikasi.

Publik kini menunggu jawaban atas sejumlah pertanyaan mendasar: BBM tersebut berasal dari mana, siapa yang memasok, siapa yang membeli, berapa volumenya, dan untuk siapa BBM tersebut sebenarnya didistribusikan?

Pihak-pihak yang disebut maupun yang berkaitan dengan aktivitas kendaraan pengangkut BBM tersebut juga memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.

Masyarakat membutuhkan kepastian dan ketersediaan BBM, bukan sekadar antrean panjang dan tanda tanya.

Kini, kewenangan berada di tangan instansi terkait dan aparat penegak hukum untuk membuka fakta melalui pemeriksaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.(ical)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *