BBM dan LPG 3 Kg Langka di Sulsel, Syahril Desak Polisi Usut Dugaan Mafia

banner 468x60

CorongInformasinews,MAKASSAR — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan. Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan berpotensi menimbulkan keresahan.

Syahril CFLE CILJ, Pimpinan Redaksi CorongInformasinews, angkat bicara pada Jumat, 11 September 2026. Ia mendesak Kapolda Sulawesi Selatan bersama aparat penegak hukum (APH) segera menyelidiki penyebab kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram yang dirasakan masyarakat.

banner 336x280

Menurut Syahril, penyelidikan diperlukan untuk memastikan apakah kelangkaan tersebut benar-benar disebabkan keterbatasan pasokan dan persoalan distribusi atau terdapat dugaan permainan oleh oknum tertentu. Dugaan penimbunan, pengalihan, permainan kuota hingga penyalahgunaan subsidi, menurutnya, harus ditelusuri berdasarkan bukti dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Syahril juga meminta polisi menyelidiki informasi mengenai dugaan LPG 3 kilogram yang disebut dialihkan ke Morowali karena harga di wilayah tersebut dikabarkan mencapai sekitar Rp150 ribu per tabung. Informasi tersebut, kata dia, jangan langsung dianggap sebagai fakta, tetapi harus diuji melalui penyelidikan dan konfirmasi kepada pihak terkait.

“Kalau stok Pertamina memang aman, tetapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan BBM dan LPG, ini harus dicari penyebabnya. Polisi harus turun sebagai penyidik untuk memastikan apakah ada penyimpangan dalam distribusinya,” tegas Syahril.

Ia juga mendesak Pertamina Patra Niaga melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram di Sulawesi Selatan. Data stok, kuota, pengiriman, hingga distribusi ke SPBU, agen dan pangkalan dinilai perlu diawasi secara transparan untuk menutup celah penyalahgunaan.

Syahril menegaskan, penyelidikan tidak boleh hanya berhenti pada tingkat pengecer, SPBU, agen atau pangkalan apabila ditemukan indikasi pelanggaran. “Kalau memang ada permainan atau jaringan yang lebih besar, usut sampai ke akar persoalannya. Jangan hanya pelaku di lapangan yang diperiksa, sementara pihak yang berada di belakangnya tidak tersentuh,” ujarnya.

Ia berharap Polda Sulsel beserta jajarannya segera menyelidiki isu kelangkaan BBM dan LPG tersebut bersama pemerintah daerah serta Pertamina. Syahril menilai langkah konkret diperlukan untuk mengungkap penyebab sebenarnya dan memastikan masyarakat tidak terus menjadi korban akibat persoalan distribusi BBM dan LPG 3 kilogram yang berulang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *