CorongInformasinews,MAKASSAR — Gerakan Mahasiswa Indonesia menggelar aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026 dengan mengangkat dugaan persoalan transportasi dan distribusi bahan bakar penerbangan (avtur) yang disebut berkaitan dengan PT Citra Jaya Makmur.
Aksi tersebut digelar di dua titik, yakni Kantor Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) dan Lanud Sultan Hasanuddin. Dalam tuntutannya, massa meminta aparat penegak hukum mendalami informasi masyarakat terkait dugaan pengambilan avtur dari lingkungan Lanud Sultan Hasanuddin yang kemudian diangkut menggunakan mobil tangki BBM bertuliskan PT Citra Jaya Makmur.
Gerakan Mahasiswa Indonesia menyebut, berdasarkan informasi dan laporan masyarakat yang mereka terima, avtur tersebut diduga dibawa ke lokasi tertentu untuk kemudian dicampur dengan bahan lain sebelum diperjualbelikan kepada masyarakat maupun digunakan untuk kepentingan industri.
Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan penyelidikan serta pembuktian dari aparat penegak hukum maupun pihak berwenang.
Massa menilai dugaan tersebut penting untuk didalami karena menyangkut asal-usul avtur yang disebut berasal dari persediaan atau fasilitas Lanud Sultan Hasanuddin. Karena itu, aparat diminta memastikan dasar pengeluaran avtur, dokumen resmi, jumlah atau volume yang dikeluarkan, pihak yang memberikan persetujuan, hingga tujuan akhir pengiriman.
Selain itu, aparat juga didesak menelusuri dugaan adanya proses pencampuran atau pengoplosan avtur dengan bahan lain. Hal tersebut mencakup penelusuran lokasi penyimpanan atau pencampuran, pihak yang melakukan kegiatan tersebut, jenis bahan yang digunakan, serta volume avtur sebelum dan setelah proses pencampuran.
Gerakan Mahasiswa Indonesia juga meminta aparat mengungkap dugaan jaringan distribusi dan pembeli, termasuk apabila terdapat pihak dari kalangan masyarakat maupun pelaku industri yang diduga menggunakan bahan bakar tersebut.
Untuk mengungkap dugaan tersebut, massa meminta aparat memeriksa sejumlah dokumen dan bukti pendukung, di antaranya dokumen pengeluaran avtur dari Lanud, surat jalan dan dokumen pengangkutan, legalitas PT Citra Jaya Makmur, hubungan kerja perusahaan dengan pihak yang memberikan atau menerima muatan, serta rekaman CCTV dan riwayat perjalanan kendaraan tangki.
Tidak hanya itu, lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan maupun pencampuran juga diminta diperiksa. Sampel bahan bakar, apabila ditemukan, diharapkan dapat diamankan dan diuji di laboratorium untuk memastikan apakah terdapat pencampuran dengan bahan lain atau perubahan terhadap spesifikasi bahan bakar tersebut.
Massa juga mendesak aparat menelusuri bukti transaksi serta aliran dana yang diduga berkaitan dengan pembelian dan penjualan avtur tersebut. Penelusuran tersebut dinilai penting untuk mengetahui pihak-pihak yang diduga terlibat maupun memperoleh keuntungan apabila dugaan tersebut terbukti.
Lima Desakan Gerakan Mahasiswa Indonesia
Dalam aksi tersebut, Gerakan Mahasiswa Indonesia menyampaikan sejumlah tuntutan kepada aparat penegak hukum.
Pertama, mendesak aparat segera menyelidiki dugaan pengambilan avtur dari Lanud Sultan Hasanuddin, termasuk memeriksa pihak yang memberikan izin, dokumen pengeluaran, volume avtur, serta tujuan pengirimannya.
Kedua, memeriksa PT Citra Jaya Makmur terkait dugaan penggunaan kendaraan tangki BBM untuk mengangkut avtur, termasuk legalitas pengangkutan, surat jalan, pihak yang memberikan perintah, serta pihak penerima muatan.
Ketiga, mengusut dugaan pencampuran atau pengoplosan avtur, termasuk mengamankan lokasi maupun tangki penyimpanan yang diduga digunakan serta melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel bahan bakar.
Keempat, mengungkap dugaan perjualbelian avtur, termasuk menelusuri pihak penjual, pembeli, pengguna dari kalangan masyarakat maupun pelaku industri, serta lokasi distribusinya.
Kelima, menelusuri transaksi dan aliran dana yang diduga berasal dari kegiatan tersebut guna mengetahui pihak-pihak yang memperoleh keuntungan.
Menunggu Konfirmasi
Upaya konfirmasi juga dilakukan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, nomor WhatsApp yang tercantum dalam lembaran rilis yang diperoleh belum memberikan balasan terkait dugaan tersebut.
Konfirmasi kepada pihak Lanud Sultan Hasanuddin dan aparat penegak hukum juga masih diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai benar atau tidaknya informasi terkait asal-usul, pengangkutan, penyimpanan, maupun distribusi avtur sebagaimana yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Dengan demikian, rangkaian informasi mengenai dugaan pengambilan avtur dari Lanud Sultan Hasanuddin, pengangkutan menggunakan kendaraan PT Citra Jaya Makmur, dugaan pencampuran dengan bahan lain, hingga dugaan distribusi kepada masyarakat dan pelaku industri masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan, pemeriksaan dokumen, penelusuran kendaraan dan transaksi, serta pengujian laboratorium.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, upaya konfirmasi juga dilakukan kepada pihak terkait.
Nomor WhatsApp yang tercantum pada lembaran rilis aksi Gerakan Mahasiswa Indonesia telah coba dihubungi untuk memperoleh tanggapan mengenai dugaan tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh balasan atau respons perjualbelian avtur tersebut.(ical)
Lewati ke konten





















