Event Organizer (EO) Ungkap Persoalan Sewa Panggung dan Pemanfaatan Sport Center Polewali Mandar

Mamuju121 Dilihat
banner 468x60

CorongInformasinews,POLEWALI MANDAR — Event Organizer (EO) Ina Prihatiningsih mengungkapkan adanya persoalan terkait penggunaan kawasan Sport Center Polewali Mandar untuk kegiatan yang diselenggarakannya.

 

banner 336x280

Ina menyebut, secara administrasi pihaknya telah mengantongi sejumlah rekomendasi untuk pemanfaatan kawasan tersebut. Rekomendasi itu, menurut Ina, berasal dari Polres Polewali Mandar, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Polewali Mandar, pemerintah Kecamatan Polewali, serta Kelurahan Madatte.

 

Menurut Ina, rekomendasi tersebut berkaitan dengan izin pemanfaatan atau penggunaan lahan kawasan Sport Center Polewali Mandar untuk pelaksanaan kegiatan.

 

Persoalan kemudian muncul terkait penggunaan panggung yang berada di lokasi kegiatan. Ina mengaku mendapat informasi bahwa panggung tersebut dikelola oleh seorang anggota kepolisian yang disebutnya sebagai Kanit Provost.

 

Sebelum kegiatan berlangsung, Ina mengaku sempat menyampaikan rencana penundaan acara karena jumlah pelaku UMKM yang mendaftar masih minim. Namun, karena tetap ingin menggunakan panggung yang tersedia, menurut Ina.

 

“Pas mau dipasang panggung, dimintai DP Rp10 juta. Saya bilang uang saya hanya Rp5 juta, akhirnya itu yang saya transferkan,” ujar Ina.

 

Ia kemudian mengaku kembali diminta tambahan biaya sebesar Rp8 juta yang disebut untuk kebutuhan rokok dan makanan anggota. Dari jumlah tersebut, Ina mengatakan dirinya kembali memberikan Rp1,5 juta.

 

Persoalan pembayaran kembali terjadi sekitar hari kesembilan kegiatan. Ina mengaku ditagih pembayaran sebesar Rp5 juta serta tambahan Rp1,5 juta. Namun, ia mengaku belum mampu membayar karena kondisi kegiatan masih sepi.

 

“Saya bilang belum ada uang, masih sepi juga pengunjung, sepi parkiran,” katanya.

 

Ina mengaku dirinya saat itu berada di Parepare dan terus mendapat telepon selama dua hari berturut-turut. Ia menyebut kondisi keuangannya sedang sulit karena sejumlah kebutuhan perizinan dan operasional kegiatan telah dibiayai dengan menggadaikan sepeda motor.

 

Karena tidak mampu memenuhi permintaan pembayaran tersebut, Ina mengaku sempat mengatakan agar panggung dibongkar apabila pihak penyedia tidak dapat menunggu hingga dirinya memiliki dana.

 

Pada hari ke-11, Ina kemudian datang ke Polewali Mandar dan bertemu dengan pihak yang disebutnya sebagai pengelola panggung.

 

Dalam pertemuan tersebut, Ina mengaku mendapat penjelasan bahwa pihak pengelola telah menggunakan uang pribadi untuk membeli rokok dan makanan bagi anggota. Namun, menurut Ina, setelah dirinya bertemu langsung dengan anggota yang dimaksud, keterangan tersebut disebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

 

“Anggotanya bilang tidak ada dan siap menunggu sampai ada uang. Tapi Pak Kanit yang ngotot harus dibongkar malam itu,” ungkap Ina.

 

Ina menduga ada kepentingan lain di balik permintaan pembongkaran panggung tersebut. Ia mengaku baru mengetahui bahwa panggung tersebut akan digunakan untuk kepentingan kegiatan Dinas Perpustakaan.

 

Bahkan, menurut Ina, hingga sore hari ketika keterangannya disampaikan, pihak lain telah datang ke lokasi untuk melakukan pengukuran dan mengatur ulang posisi wahana di lahan yang disewanya.

 

“Katanya lahan tidak cukup untuk tenda kerucut, sehingga wahana akan dipindahkan,” ujarnya.

 

Ina mempertanyakan dasar pemanfaatan lahan yang masih berada dalam masa sewa tersebut apabila benar akan digunakan untuk kegiatan pihak lain.

 

Ia berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status penggunaan kawasan Sport Center, mekanisme penyewaan panggung, pembayaran yang diminta, serta dasar pemindahan atau perubahan tata letak kegiatan.(ical)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *