CorongInformasinews,MAROS — DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Sulawesi Selatan menyoroti dugaan pelayanan yang tidak maksimal di Kantor BPN Kabupaten Maros saat melakukan kunjungan untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tanah di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu.
Kedatangan 2 perwakilan pengurus AKPERSI sekitar pukul 14.30 WITA disebut tidak mendapat pelayanan dari pejabat yang berwenang. Saat memasuki waktu sekitar pukul 15.00 WITA, kondisi kantor juga disebut sudah sepi dan sebagian besar pegawai telah meninggalkan area kantor.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari AKPERSI terkait kedisiplinan dan standar pelayanan publik di kantor tersebut. Terlebih, kedatangan 2 orang perwakilan Akpersi bertujuan memperoleh informasi resmi mengenai persoalan pertanahan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Saat ditanyakan mengenai kondisi kantor yang sudah sepi, seorang staf berinisial IQ menyampaikan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan pemadaman listrik. “Mungkin karena mati lampu, Pak, makanya cepat pulang karena di kantor tidak ada genset,” ujarnya.
AKPERSI menilai alasan tersebut patut dipertanyakan, mengingat BPN merupakan instansi pelayanan publik yang menangani dokumen dan administrasi pertanahan masyarakat. Ketiadaan genset dinilai dapat mengganggu pelayanan apabila pemadaman listrik berlangsung cukup lama.
DPD AKPERSI Sulsel meminta Kepala BPN Maros memberikan klarifikasi terkait jam pelayanan, keberadaan pegawai saat kunjungan berlangsung, serta alasan pelayanan tidak berjalan optimal. Jika benar pelayanan terhenti akibat listrik padam, publik berhak mengetahui bagaimana kesiapan BPN Maros menjamin pelayanan tetap berjalan. ini hak jawab nya https://coronginformasinews.com/2026/09/02/hak-jawab-bpn-maros-genset-ada-prona-nisombalia-akan-dicek/






















