Sekum Gerakan Peduli Generasi Menanggapi Bijak Dinamika yang Terjadi di Disdik Saat Ini

Berita, Pendidikan179 Dilihat
banner 468x60

CorongInformasinews,Makassar – Isu hangat mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pengangkatan jabatan Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar baru-baru ini memicu reaksi keras dari publik. Gelombang desakan agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan menyeluruh terus berdatangan dari berbagai lapisan masyarakat. Menanggapi situasi pelik tersebut, Sekretaris Umum (Sekum) Gerakan Peduli Generasi (GPG), Andi Shyam Paswah, S.Pd., M.M, angkat bicara dan memberikan pandangan yang sangat bijaksana demi mengembalikan muruah serta stabilitas instansi pendidikan.

 

banner 336x280

Dalam keterangannya, Sekum GPG menyampaikan bahwa dinamika yang terjadi saat ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga mengorbankan masa depan pendidikan anak bangsa. Ia menekankan perlunya menyikapi persoalan ini secara objektif, transparan, dan mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun tetap berkomitmen penuh pada penegakan integritas.

 

“Dinamika dan pergolakan yang melanda Dinas Pendidikan saat ini merupakan ujian sekaligus momentum penting untuk berbenah. Kita harus menyikapi persoalan ini dengan bijak tanpa harus merusak sistem yang sedang berjalan, namun juga tidak boleh menutup mata terhadap segala bentuk pelanggaran yang mencederai nilai-nilai kejujuran di dunia pendidikan,” tegasnya.

 

*Solusi dari Sekum GPG, dalam Menanggapi Dinamika Disdik*

Guna menyelesaikan kemelut yang terjadi dan memulihkan kembali kepercayaan publik, Andi Shyam yang akrab disapa Puang Coklat (Sekum GPG) menawarkan beberapa langkah solutif yang konkret:

1. Mendorong Penyelidikan Hukum yang Transparan dengan meminta pihak berwajib dan inspektorat segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, jujur, dan terbuka atas dugaan kasus pungli tersebut agar ada kejelasan hukum bagi publik.

2. Restrukturisasi dan Pembenahan Sistem Seleksi Jabatan dengan mengusulkan penerapan sistem seleksi jabatan kepala sekolah yang lebih akuntabel, berbasis digital, dan bebas dari intervensi pihak luar guna menutup ruang gerak praktik transaksional.

3. Penguatan Pakta Integritas dan Pengawasan Melekat dengan menginstruksikan agar seluruh jajaran pegawai di lingkungan Disdik memperbarui komitmen pakta integritas, didukung dengan penguatan fungsi pengawasan internal yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak di masa depan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *