CorongInformasinwes,MAKASSAR — Nama Andi Shyam Paswah atau yang akrab disapa Puang Coklat dikenal luas di kalangan pecinta sepak bola Makassar sebagai sosok suporter yang militan. Namun seiring perjalanan waktu, semangat perjuangannya beralih dari tribun stadion ke dunia pendidikan.
Berbekal pengalaman dan jiwa kepemimpinan yang terbentuk selama aktif di komunitas suporter, Andi Shyam memilih mengabdikan diri sebagai guru. Ia menempatkan pendidikan sebagai sarana untuk membimbing dan membentuk karakter generasi muda.
Pengabdiannya kemudian berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi sebagai dosen. Di lingkungan akademik, ia tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai etika, disiplin, dan integritas kepada mahasiswa.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Selain tuntutan akademik, mereka juga dihadapkan pada berbagai pengaruh sosial yang dinilai dapat menggerus nilai budaya, agama, dan moralitas.
Karena itu, Andi Shyam aktif menyuarakan pentingnya penguatan karakter dan ketahanan moral di kalangan pelajar serta mahasiswa. Ia menilai masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas moral generasi penerusnya.
“Dulu saya berjuang untuk tim kebanggaan di lapangan hijau. Kini perjuangan saya adalah menjaga masa depan anak-anak bangsa,” tegasnya. Bagi Puang Coklat, menjaga moral generasi muda bukan sekadar tugas pendidikan, melainkan sebuah perjuangan yang harus dilakukan bersama.























