Wartawan Dipersulit Temui Karutan Majene, Muncul Dugaan Minim Transparansi

Nasional, Sorotan97 Dilihat
banner 468x60

CorongInformasinews,MAJENE — Sejumlah wartawan mengaku dipersulit saat hendak menemui Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Majene dalam upaya konfirmasi dan koordinasi. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 16.00 WITA, ketika mereka datang ke rutan namun diinformasikan oleh petugas jaga bahwa Karutan tidak bisa diganggu karena sedang mengikuti kegiatan.

Para wartawan kemudian diminta untuk kembali keesokan harinya. Pada Jumat pagi sekitar pukul 08.30 WITA, mereka kembali mendatangi rutan dan menyampaikan maksud untuk bertemu Karutan, mengingat sebelumnya telah ada janji untuk menerima kedatangan mereka. Namun, setelah petugas melapor, tiba-tiba muncul alasan adanya kegiatan rapat virtual (zoom) mendadak.

banner 336x280

Situasi semakin janggal ketika akses ke ruangan disebut tertutup dan pintu kamar dalam kondisi terkunci sehingga tidak bisa dibuka. Di tengah kondisi tersebut, Koordinator Humas rutan datang menemui para wartawan untuk menggantikan pertemuan yang batal dilakukan dengan Karutan.

Dalam pertemuan itu, wartawan menyerahkan proposal kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan digelar oleh Asosiasi Keluarga Pers Indonesia di Gorontalo. Proposal tersebut hanya dilihat sekilas, bahkan diduga sempat difoto, sebelum pihak humas menyampaikan bahwa saat ini sedang terjadi efisiensi anggaran.

Tindakan memfoto dokumen tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan wartawan. Mereka menduga dokumentasi itu berpotensi digunakan sebagai laporan internal, bahkan muncul kekhawatiran adanya asumsi seolah-olah terdapat pemberian dana kepada wartawan, padahal hal tersebut ditegaskan tidak pernah terjadi.

Para wartawan pun menyayangkan sikap yang dinilai tidak menghargai peran pers sebagai pilar kontrol sosial. Mereka mempertanyakan keterbukaan pihak rutan, bahkan menduga adanya keengganan untuk ditemui yang bisa saja berkaitan dengan isu sensitif seperti dugaan praktik pungutan liar (pungli). Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Karutan Majene.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *