corongInformasinew,Makassar,Bupati Sidrap menegaskan bahwa keberhasilan Kabupaten Sidrap mencapai peringkat pertama dalam pertumbuhan ekonomi bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari strategi hilirisasi sektor rakyat. Berbeda dengan daerah lain yang bergantung pada tambang, Sidrap fokus pada penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat kelas bawah.
H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M memaparkan bahwa Sidrap tidak memiliki tambang nikel atau emas, namun unggul dalam produksi beras, telur, ayam, hingga komoditas perkebunan seperti cengkeh dan kakao. Dengan mendorong masyarakat untuk tidak hanya memanen tetapi juga mengolah hasil bumi—seperti menjual beras premium alih-alih gabah—nilai tambah ekonomi tetap berputar di dalam daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi bukti otentik lonjakan performa Sidrap yang kini menempati posisi puncak. Bupati menekankan bahwa indikator keberhasilan ini terlihat nyata dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan rendahnya angka pengangguran yang merata di seluruh wilayah.
Sektor infrastruktur pertanian, terutama irigasi, juga mendapat sorotan sebagai tulang punggung produktivitas petani. Transformasi sawah tadah hujan menjadi lahan produktif dengan sistem pengairan modern telah meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat secara signifikan, membuktikan bahwa keberpihakan pada petani adalah kebijakan yang tepat sasaran.
Langkah inklusif ini menjadi pembeda utama Sidrap dengan daerah yang hanya mengandalkan industri besar namun minim dampak ke masyarakat kecil. Dengan semangat “Tanam, Panen, Hilirisasi,” Sidrap kini menjadi barometer baru pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan























