CorongInformasinews,Bulukumba, 26 Februari 2026 — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di halaman Gedung DPRD Kabupaten Bulukumba pada Rabu siang (26/2) diwarnai ketegangan. Korlap aksi, Almuhajrin, mengecam keras dugaan tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum yang disinyalir merupakan driver dari Kesbangpol serta beberapa ASN yang berada di lokasi.
Menurut Almuhajrin, dalam rekaman video berdurasi sekitar dua menit yang telah diperlihatkan kepada awak media, terlihat adanya adu mulut antara mahasiswa dan oknum yang diduga driver Kesbangpol bersama beberapa aparatur sipil negara (ASN). Sikap yang ditunjukkan dinilai tidak mencerminkan etika pelayanan publik, bahkan dianggap berlebihan dalam merespons aksi mahasiswa.
Kami sangat menyayangkan adanya sikap yang terkesan arogan dan tidak profesional. Dalam video tersebut, terlihat jelas adanya adu argumentasi yang seharusnya tidak perlu terjadi. Apalagi yang bersangkutan bukan bagian dari aparat keamanan,” tegas Almuhajrin
Ia menambahkan, aksi mahasiswa yang berlangsung pada siang hari tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin oleh undang-undang. Oleh karena itu, mahasiswa berharap seluruh pihak, termasuk aparatur pemerintah, dapat menyikapi dengan bijak dan proporsional.
Mahasiswa PMII juga mengecam keras tindakan yang dinilai tidak mencerminkan sikap netral dan humanis dari aparatur negara. Mereka menegaskan bahwa ruang demokrasi harus dijaga bersama, serta setiap bentuk penyampaian pendapat di muka umum semestinya dihormati selama dilakukan secara tertib.
Hingga rilis ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai insiden adu mulut tersebut. PMII berharap adanya klarifikasi serta evaluasi internal guna menjaga kondusivitas dan marwah pelayanan publik di lingkungan pemerintahan daerah.
Demikian rilis ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen dalam mengawal transparansi serta etika dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Narasumber: Almuhajrin













