CorongInformasinews,Ngada — Pimpinan Redaksi CorongInformasinews, Syahril CFLE CJI, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang anak sekolah dasar berusia 10 tahun di Jerebuu, Kabupaten Ngada. Peristiwa ini dinilai sebagai bukti nyata kegagalan negara dalam menjamin hak dasar rakyat miskin, khususnya anak-anak yang seharusnya mendapat perlindungan penuh.
Syahril menegaskan, fakta bahwa keluarga korban tidak terdata sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sembako menunjukkan adanya persoalan serius dalam pendataan dan distribusi bantuan sosial. “Ini bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi cermin dari sistem yang tidak berpihak pada rakyat paling lemah,” tegasnya.
Menurutnya, kemiskinan struktural yang dibiarkan berlarut-larut telah menempatkan anak-anak dalam situasi rentan dan berbahaya. Ketika bantuan tidak tepat sasaran, negara sejatinya sedang membiarkan warganya berjuang sendiri menghadapi kerasnya hidup, tanpa jaring pengaman sosial yang memadai.
Pimpred CorongInformasinews mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data penerima bantuan sosial, serta memastikan kehadiran negara secara nyata di wilayah-wilayah miskin dan terpinggirkan. Tragedi di Jerebuu, kata Syahril, harus menjadi alarm keras agar negara tidak lagi absen di tengah penderitaan rakyatnya.













