Corong Informasinews,Makassar — Kader Solidaritas Rakyat Sulawesi Selatan menilai tragedi yang menimpa seorang anak sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur sebagai tamparan keras bagi negara. Peristiwa ini disebut bukan sekadar duka, melainkan bukti nyata kegagalan sistem negara dalam melindungi rakyat paling rentan.
Menurut Solidaritas Rakyat Sulsel, persoalan yang terjadi bukan krisis moral generasi muda, melainkan krisis keberpihakan negara. Negara dinilai absen dalam menjamin perlindungan dasar seperti kesehatan mental, akses pendidikan yang layak, serta rasa aman untuk hidup bermartabat.
Kondisi generasi muda kian tertekan oleh berbagai persoalan struktural. Judi online dibiarkan merajalela, pinjaman online menjebak rakyat dalam lingkaran utang, sementara kemiskinan struktural terus mempersempit akses pendidikan tanpa intervensi negara yang serius.
Kifli Bonar, kader Solidaritas Rakyat Sulsel, menegaskan tragedi ini bukan kegagalan individu atau lemahnya mental korban. Ia menyebutnya sebagai kegagalan struktural akibat pengawasan yang longgar dan kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan modal ketimbang keselamatan rakyat.
Sementara pejabat sibuk memamerkan data pertumbuhan dan capaian statistik, realitas di lapangan menunjukkan anak-anak sekolah tumbang oleh kemiskinan dan tekanan hidup. Solidaritas Rakyat Sulsel menegaskan, tragedi ini harus menjadi alarm keras bahwa negara telah gagal berpihak pada manusia.













