Gagal Kopassus, Bersinar di Medan Tempur: Jejak Tempur Kivlan Zen

banner 468x60

Corong Informasinews,Makassar – Mayor Jenderal TNI (Purn.) Kivlan Zen dikenal sebagai sosok prajurit lapangan dengan rekam jejak tempur yang menonjol. Meski kerap menuai kontroversi, sejarah militer mencatatnya sebagai figur yang memiliki insting medan dan keberanian di luar kebiasaan. Bergelar adat Datuak Tanameh, Kivlan menjadi representasi ketangguhan perantau Minang dalam dunia militer.

 

banner 336x280

Lahir di Langsa, Aceh, pada 24 Desember 1946, Kivlan berakar kuat pada budaya Minangkabau. Ibunya berasal dari Suku Guci Maninjau, Agam, sementara ayahnya berdarah Pakistan-Minang. Jiwa juang dan karakter kerasnya telah terbentuk sejak muda, ditempa pula oleh pengalaman aktivisme di KAPPI sebelum lulus Akademi Militer pada 1971.

 

Karier militernya tidak selalu mulus. Kivlan sempat mengikuti pendidikan Kopassandha (kini Kopassus), namun dinyatakan tidak lulus akibat pelanggaran disiplin saat latihan survival di Batujajar. Kegagalan itu justru menjadi titik balik ketika ia ditugaskan ke Papua bersama Yonif 753/Arga Vira Tama, medan yang mengasah mental tempurnya secara nyata.

 

Penugasan panjang di Timor Timur membuatnya lama tertahan di pangkat menengah. Namun setelah mencapai Kolonel, kariernya melesat cepat hingga menyandang pangkat jenderal. Puncaknya, ia dipercaya menjabat Kepala Staf Kostrad di masa krusial Reformasi 1998, berada langsung di pusaran transisi kekuasaan nasional.

 

Nama Kivlan kembali mencuat pada 2016 saat berperan penting dalam pembebasan 18 WNI sandera Abu Sayyaf di Filipina tanpa tebusan. Melalui pendekatan personal dan diplomasi berisiko tinggi, ia menunjukkan bahwa keberanian prajurit tidak selalu diwujudkan lewat senjata, melainkan juga melalui nyali berdialog demi menyelamatkan nyawa anak bangsa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *