Corong Informasinews,Makassar – Banyak orang memandang hutang sebagai tanda murka atau kebencian Allah. Padahal, dalam perspektif spiritual, kondisi tersebut kerap dimaknai sebagai ujian sekaligus bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya agar kembali mengingat dan mendekat kepada-Nya.
Hutang sering menjadi titik balik seseorang untuk lebih banyak berdoa dan bersujud. Saat rezeki terasa sempit, manusia cenderung kembali bersimpuh di hadapan Allah, memohon pertolongan dengan penuh harap dan keikhlasan.
Selain itu, hutang juga dipahami sebagai sarana menghancurkan kesombongan. Rasa bangga pada jabatan, gaji, dan kemampuan diri diluruhkan agar manusia sadar bahwa tanpa pertolongan Allah, dirinya lemah dan tak berdaya.
Ujian ekonomi juga diyakini sebagai cara membersihkan rezeki. Ketika ada harta yang tidak jelas atau syubhat, Allah dapat mengambilnya kembali agar kelak rezeki yang datang benar-benar bersih dan membawa keberkahan.
Lebih jauh, hutang mengajarkan manusia untuk memindahkan sandaran hati. Bukan pada kartu kredit, manusia, atau janji dunia, melainkan hanya kepada Allah semata sebagai sandaran yang tak pernah mengecewakan.













