Czcorong Informasinews,Makassar – Program penggantian meteran air lama ke meteran baru yang dilakukan Perumda Air Minum Kota Makassar secara gratis sejak Januari hingga Maret 2026 menuai sorotan. Program ini bertujuan menjaga akurasi pencatatan pemakaian air sekaligus meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi pelanggan.
Penggantian meteran dilakukan terhadap alat ukur yang dianggap tua, rusak, atau tidak berfungsi normal. Namun, di lapangan muncul keluhan dari warga terkait mekanisme dan hasil pemasangan meteran baru tersebut, yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan pelanggan.
Salah satu warga di Jalan Poros Lasuloro, Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, berinisial MD, mengaku keberatan setelah meteran air di rumahnya diganti. Pasalnya, meteran lama yang selama ini digunakan dinilai masih normal, baik dari sisi aliran air maupun
iuran bulanan.
MD juga menyoroti proses penggantian yang dilakukan tanpa konfirmasi sebelumnya. Ia mempertanyakan mengapa hanya rumahnya yang menjadi sasaran, sementara rumah lain di sekitarnya yang meterannya lebih tua justru tidak diganti. “Saya tidak pernah melaporkan meteran untuk diganti,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Keberatan semakin kuat setelah meteran baru terpasang. Menurut MD, angka awal pada meteran tidak dimulai dari nol, melainkan sudah menunjukkan tiga digit terakhir berwarna merah sekitar angka 149–150, yang seharusnya masih bernilai nol sebagai awal pemakaian.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan indikasi kecurangan tarif, karena berpotensi memengaruhi perhitungan kubikasi air dan tagihan bulanan pelanggan. MD menilai, jika satu meteran saja sudah bermasalah, maka perlu dipertanyakan pula akurasi meteran baru lain yang telah dipasang oleh Perumda Air Minum Kota Makassar.
Sumber ip Del)













