CorongInformasinews,Makassar-Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar konferensi pers terkait perkembangan identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro bersama unsur terkait dari Polri dan Basarnas.
Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa hingga saat ini tim gabungan Basarnas, TNI, dan Polri telah mengevakuasi dua korban dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, satu korban berhasil diidentifikasi melalui proses identifikasi ilmiah oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris menjelaskan, satu kantong jenazah yang diterima Tim DVI pada Rabu (21/1/2026) telah melalui pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya, jenazah dengan nomor PM 62 B.01 dinyatakan cocok dengan data antemortem AM 004 dan teridentifikasi atas nama Florensia Lolita Wibisono (33).
Sementara itu, satu korban lainnya masih dalam proses identifikasi. Kapolda Sulsel menegaskan, proses identifikasi secara saintifik terus dilakukan secara cermat guna memastikan keakuratan data sebagai bentuk pemenuhan hak korban dan keluarga.













